CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

~LiFe~

There's a l0t 0f paths in life,
We have t0 be wise in selecting our path.
S0metimes, we ch0ose the wr0ng path.
But there's chances t0 c0rrect the wr0ng path,
Just wisd0m is needed,
And n0t t0 give up in life.
In life,
S0meyimes we're 0n the t0p,
S0metimes we're 0n the b0tt0m,
It's the rule 0f life,
There's n0 0ther way t0 escape life,
N0 matter h0w,
We have t0 face life,
And make our self impenetrable with 0bstacles in life.
Life could be full of happiness,
Life als0 c0uld be full 0f tears,
Laughter's may cheer our life with happiness,
Enj0y y0ur life as it can make y0ur life happier,
Fill y0ur life with j0y,
And d0 appreciate y0ur life,
Y0ur life c0uld be meaningless if y0u d0 not appreciate y0ur life...

7/01/2010

Teman,
Kala diriku terjerat di penjara cinta
Kala hatiku dibaluti kesayuan rindu
Kala sepi berlabuh di dasar kalbu
Kala irama syahdu menemani diri mengisi waktu
Kala menanti kepastian sejuta persoalan
Kau hadir membelai luka
Bingkisan kata menari dihujung jemari
Seakan mengerti bisikan hati.


Teman,
Hari berganti hari
Masa berlalu memakan waktu
Kemesraan tersimpul rapi dilayari rindu
Menanti malam menjemput siang
Agar ikatan keikhlasan mengupas persahabatan.


Teman,
Bunga yang dimiliki orang
Ditaburi warna kekusaman
Begitulah jua..
Suramnya wajah keperempuananku
Walau berseri disebalik topeng kedukaanJ
iwa meruntun merayu ketenangan
Bertamu disudut kehidupan
Lipatan rahsia kau kailkan
Lalu terapung tanpa jawapan
Murni jiwamu yang menyentuh perasaan
Keikhlasanmu yang merawat kesedihan
Ingin menyemai nostalgia silam
Agar ikatan membuihkan kemesraan.


Teman,
Tanpa kusedar dan tanpa kuduga
Dirimu menanam pohonan cinta
Sedang diriku sudah berpunya
Walau diri diselimuti sengsara
Kini..
Susunan bicara berbaur cinta
Mengungkap istilah sebenarnya
Antara setia dan airmata.


Teman,
Sepi, resah dan duka
Itulah rencah kekosongan hidupku
Tatkala bicaramu sirna di mataku
Senyum dan tawa
Menguntum tanda gembira
Tatkala rancak berbicara
Justeru diriku..
Menyingkap tirai bicara.


Teman,
Andainya puisi ini kau fahami
Andainya jeritan hatiku kau selami
Andainya impianku bisa kau penuhi
Kau tidak berlari mengejar mimpi
Menghitung hari menanti realiti.

0 comments: